Tuesday, June 6, 2017

Pembahasan Lengkap Deja Vu

Pengertian Deja Vu 
Deja vu datang dari kata Perancis yang bermakna " sudah lihat ". Kata ini memiliki sebagian turunan serta macam seperti deja vecu (sudah alami), deja senti (sudah pikirkan) serta deja visite (sudah berkunjung ke). Nama Deja Vu ini pertama kalinya dimanfaatkan oleh seseorang ilmuwan Perancis bernama Emile Boirac yang mendalami fenomena ini th. pada 1876. 

Terkecuali deja vu, ada lagi kata Perancis yang disebut lawan dari deja vu, yakni Jamais Vu, yang berarti " tdk pernah lihat ". Fenomena ini nampak kala seorang utk sesaat saat tidak bisa mengingat atau mengetahui momen atau orang yang telah pernah di kenal terlebih dulu. Saya rasa beberapa dari kalian juga kerap merasakannya. 


Sebelum kita lihat tentang deja vu, pertama, kita butuh paham apa yang dimaksud dengan " Recognition Memory ", atau memori pinginal. 

Recognition Memory 
Recognition Memory yaitu satu tipe memori yang mengakibatkan kita mengerti kalau apa yang kita alami saat ini sesungguhnya telah pernah kita alami terlebih dulu. 

Otak kita berfluktuasi pada dua tipe Recognition Memory, yakni Recollection serta Familiarity. Kita memanggil satu ingatan jadi Recollection (pengumpulan kembali) apabila kita dapat mengatakan dengan pas saat itu juga kapan kondisi yang kita alami pernah nampak terlebih dulu. Contoh, apabila kita berjumpa dengan seorang di toko, jadi dengan selekasnya kita mengerti kalau kita telah pernah memandangnya terlebih dulu di bus. 

Sedangkan ingatan yang dimaksud Familiarity nampak kala kita tdk dapat memanggil dengan tentu kapan kita lihat pria itu. Deja Vu yaitu contoh Familiarity.  

Selama berlangsung Deja Vu, kita mengetahui kondisi yang tengah kita hadapi, tetapi kita tidak paham di mana serta kapan kita pernah menghadapinya terlebih dulu. 

Yakin atau tdk, 60 hingga 70 % manusia di bumi ini minimalnya pernah alami deja vu minimum sekali, apakah itu bersifat pandangan, nada, rasa atau bau. Jadi, apabila anda kerap alami deja vu, terang anda tdk sendirian didunia ini. 

Teori-Teori Deja Vu 
Meskipun Emile Boirac telah menelaah fenomena ini mulai sejak th. 1876, tetapi ia tdk pernah dengan cara selesai selesaikan penelitiannya. Karna itu, banyak peneliti sudah berusaha untuk menyadari fenomena ini hingga pada akhirnya kita memperoleh Paling tdk 40 teori yang tidak serupa tentang deja vu, di mulai dari momen paranormal sampai masalah syaraf. 

angguan akses memori 
Sigmund Freud yang kerap dijuluki jadi ayah psikoanalisa pernah menelaah tentang fenomena ini serta ia yakin kalau seorang bakal alami Deja Vu kala ia dengan cara spontan teringat dengan satu ingatan bawah sadar. Karna ingatan itu ada pada ruang bawah sadar, isi ingatan itu tdk nampak karna dihalangi oleh fikiran sadar, tetapi perasaan familiar itu bocor keluar. 

Teori Freud ini dapat dibuktikan jadi landasan untuk teori-teori yang nampak selanjutnya. 

Tetapi sebelumnya saya mengulas teori-teori yang lain, saya menginginkan mengajak kalian utk mengetahui satu kata ini terlebih dulu, yakni " Subliminal ". Subliminal datang dari kata latin, yakni " sub " serta " Limin atau Limen ". " Sub " bermakna bawah, sedang " Limin " bermakna ambang batas. Dalam pengertian psikologi, subliminal bermakna beroperasi di bawah sadar. 

Lagi-lagi terkait dengan bawah sadar. Maksud saya mengenalkan kata ini yaitu utk menyadari teori berikut ini. 

Perhatian yang terpecah - teori hp 
Seseorang peneliti bernama Dr. Alan Brown pernah mengadakan uji coba yang diinginkan dapat membuat lagi sistem deja vu. Dalam percobaannya, ia serta rekannya Elizabeth Marsh memberi sugesti subliminal pada subyek penelitiannya. 

Mereka membuktikan beberapa kumpulan photo yang membuktikan beberapa lokasi yang tidak serupa pada sekumpulan pelajar dengan maksud ajukan pertanyaan pada mereka mana yang dikira paling familiar untuk mereka. Dalam percobaan ini, semuanya pelajar yang ditest belum pernah berkunjung ke beberapa lokasi yang ada di photo itu. 

Tetapi sebelumnya mereka membuktikan foto-foto itu, terlebih dulu mereka menayangkan beberapa photo itu di monitor dengan kecepatan subliminal lebih kurang 10 hingga 20 milidetik. Kecepatan itu cukup untuk otak manusia utk menaruh kabar itu dibawah sadar, tetapi kurang untuk beberapa pelajar itu utk mengerti serta menyimpan perhatian kepadanya. 

Dalam percobaan ini dapat dibuktikan kalau beberapa lokasi pada foto-foto yang telah disiarkan dengan kecepatan subliminal dikira paling familiar untuk beberapa pelajar itu. 

Uji coba mirip pernah diselenggarakan oleh Larry Jacobi serta Kevin Whitehouse dari Washington University. Bedanya, mereka memakai beberapa kumpulan kalimat, bukanlah photo. Tetapi hasil yang didapat sama juga dengan uji coba Dr. Alan Brown. 

Berdasar pada pada hasil uji cobanya, Dr. Alan Brown lalu ajukan satu teori yang dikatakan sebagai teori hp (atau perhatian yang terpecah). 

Teori ini menyampaikan kalau kala perhatian kita terpecah, jadi, dengan cara subliminal, otak kita bakal menaruh kabar tentang keadaan disekitar kita tetapi tdk betul-betul menyadarinya. Ketika perhatian kita mulai konsentrasi kembali, jadi semua kabar tentang sekitar kita yang tersimpan dengan cara subliminal bakal " terpanggil " keluar hingga kita terasa lebih familiar. Ini seperti sama bongkahan es dibawah permukaan air yang naik ke atas permukaan. 

Contoh, apabila kita masuk satu tempat tinggal sembari bercakap dengan orang lain, jadi perhatian kita tak kan terpaku pada keadaan tempat tinggal itu, tetapi otak kita sudah menaruh kabar itu dengan cara subliminal dibawah sadar. Ketika kita usai bercakap, fikiran kita mulai konsentrasi serta kabar yang tersimpan dibawah sadar mulai nampak. Saat itu juga kita mulai terasa familiar dengan tempat tinggal itu. 

Jadi, berdasar pada teori ini, deja vu tdk terkait dengan peristiwa di kala lantas yang sudah berjalan lama. 

Memori dari sumber lain 
Ada lagi teori yang lain. Teori ini yakin kalau otak kita menaruh banyak memori yang datang dari beraneka segi kehidupan kita, seperti film yang kita saksikan, gambar maupun buku yang kita baca. Beberapa informasi ini kita taruh tanpa ada kita sadari. Searah dengan lewatnya saat, jadi kala kita alami momen yang serupa dengan kabar yang pernah kita taruh, jadi memori yang tersimpan dibawah sadar kita bakal bangkit kembali. 

Contoh, waktu kecil, kemungkinan kita pernah menyaksikan satu film yang mempunyai adegan di satu tugu atau monumen. Ketika dewasa, kita berkunjung ke tugu ini serta mendadak kita terasa familiar meskipun kita tdk ingat dengan film itu. 

Teori ini serupa dengan teori hp, namun teori ini sepakat kalau deja vu terkait dengan peristiwa yang sudah berjalan lama di kala lampau. 

Teori Pemrosesan Ganda (visi yang terlambat) 
Dalam beberapa hal, teori-teori tentang penyebabnya Deja Vu sama jauh dari yang diserahkan oleh Sigmund Freud. Tetapi seseorang peneliti bernama Robert Efron mengupayakan lihat lebih jauh dalam mekanisme otak, bukan hanya fikiran sadar atau tdk sadar. Meskipun begitu teknikal, teori yang diserahkannya dikira jadi diantara teori Deja Vu paling baik yang pernah ada. Teori Efron ini terkait dengan bagaimana caranya otak kita menaruh memori periode panjang serta periode pendek. Ia menguji teori ini pada th. 1963 di rumah sakit Veteran Boston. Menurut dia, tanggapan syaraf yang terlambat sanggup mengakibatkan deja vu. Hal semacam ini karena sebab Kabar yang masuk ke pusat pemrosesan di otak melalui lebih dari satu jalur. 

Efron mendapatkan kalau Lobus Temporal dari otak sisi kiri bertanggungjawab utk mensortir kabar yang masuk. ia juga mendapatkan kalau Lobus Temporal ini terima kabar yang masuk 2 x dengan sedikit delay pada dua transmisi itu. 

Kabar yang masuk pertama kalinya segera menuju Lobus Temporal, sedang yang ke-2 kali ambil jalan berputar melalui otak samping kanan terlebih dulu. 

Jika delay yang berlangsung sedikit lebih lama dari umumnya, jadi otak bakal memberi catatan saat yang salah atas kabar itu dengan berasumsi kabar itu jadi memori kala lantas. 

Deja Vu - Sepertinya saya pernah menulis ini. 
Tidak, saya hanya bercanda. Ini pertama kalinya saya menulis tentang Deja Vu. Meskipun tdk menakutkan seperti fenomena Doppelganger yang juga kerap dikaitkan dengan kegiatan otak, Deja Vu tetaplah dikira jadi fenomena yang mengagumkan misteriusnya.

No comments:

Post a Comment